Silakan masuk!
Pintu rasa itu selalu terbuka; demi dan untuk kebersamaan kita
Maukah? Mampukah?
Karena sendiri, aku tak yakin mampu mengemas pulang kebahagiaan itu, untuk kita.
Sebagai kita, telah sampai dimana perjalanan rasa yang tersepuh?
Sebagai anugerah, itulah posisimu. Sebagai bahagia yang terpatri kini, nanti dan di masa lalu.
Sebagai kita, kebersamaan itu lebih dari bahagia bagiku.
Dan kuyakin, negitu pun kamu.
Lalu, segalanya beringsut ke tepi;tanpa merunut kata hati.
Mungkinkah kembali seperti dulu lagi apa yang kau dan aku yakini;sebagai kita setelah jarak dan rasa bisu menghitampekatkan kebersamaan dua tahun ini?
Seharusnya sebagai kita, perpisahan dan kehadiran orang lain tak akan mengubah apapun.
Karena kau telah memenangkan hatiku, begitu juga sebaliknya.
Ternyata, kata "seharusnya" tak berlaku lagi untuk kita.
Kini aku tahu, kau yang memilih bergeser dari garisku, dan membungkam hilang kenangan itu.
Akhirnya tak butuh lagi aku katakan perasaanku dan memintamu untuk kembali.
Karena aku telah kalah, bahkan sebelum melambaikan kata perpisahan.
Pintu rasa itu selalu terbuka; demi dan untuk kebersamaan kita
Maukah? Mampukah?
Karena sendiri, aku tak yakin mampu mengemas pulang kebahagiaan itu, untuk kita.
Sebagai kita, telah sampai dimana perjalanan rasa yang tersepuh?
Sebagai anugerah, itulah posisimu. Sebagai bahagia yang terpatri kini, nanti dan di masa lalu.
Sebagai kita, kebersamaan itu lebih dari bahagia bagiku.
Dan kuyakin, negitu pun kamu.
Lalu, segalanya beringsut ke tepi;tanpa merunut kata hati.
Mungkinkah kembali seperti dulu lagi apa yang kau dan aku yakini;sebagai kita setelah jarak dan rasa bisu menghitampekatkan kebersamaan dua tahun ini?
Seharusnya sebagai kita, perpisahan dan kehadiran orang lain tak akan mengubah apapun.
Karena kau telah memenangkan hatiku, begitu juga sebaliknya.
Ternyata, kata "seharusnya" tak berlaku lagi untuk kita.
Kini aku tahu, kau yang memilih bergeser dari garisku, dan membungkam hilang kenangan itu.
Akhirnya tak butuh lagi aku katakan perasaanku dan memintamu untuk kembali.
Karena aku telah kalah, bahkan sebelum melambaikan kata perpisahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar