Cinta seringkali ditafsirkan memiliki kaidah-kaidah yang baku. Kadang orang juga punya pendapat tertentu tentang bagaimana seharusnya cinta terjadi, siapa yang berhak merasakannya dan juga alibat serta konsekuensinya. Apapun definisinya, cinta adalah kekuatan paling hebat dalam kehidupan. Satu dimensi dalam cinta adalah keyakinan. Bila kita yakin akan cinta, cinta mampu membuat keajaiban. Walaupun akhirnya tidak seperti yang diharapkan, setidaknya kita dapat belajar mengenal pribadi seseorang yang dimiliki, bahwa sebuah keyakinan dalam mencintai membawa kita ke alam yang berbeda.
Dimensi lainnya adalah pengorbanan. Bila seseorang berani mengenal cinta, dia harus berani berkorban pula. Dimana dia akhirnya menemukan bahwa bersama manisnya cinta, hadir pula kegetiran ataupun rasa sakit. Dimensi cinta yang lain adalah bahwa cinta membawa perubahan. Seseorang yang membiarkan cinta mengisi hatinya harus siap menghadapi perubahan. Yang baik bisa berubah buruk atau sebaliknya. Cinta juga dapat mengubah seseorang untuk berani melepas masa lalunya.
Dimensi dalam cinta yang paling ditakutkan adalah kehilangan. Bayangkan bilamana kita benar-benar telah merasa nyaman bersama seseorang yang kita cintai lalu pada suatu ketika kita harus bisa menghadapi kenyataan bahwa orang lain itu harus pergi dari kehidupan kita, walaupun bukan pergi untuk selamanya naun tetap saja menyakitkan. Kita harus menghadapi cinta apapun keadaannya. Kamu baru bisa merasakan cinta yang sesungguhnya kalau kamu sudah merasakan sakit.